KALIMANTAN TENGAHNASIONAL

BI Kalteng Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Ramadan dan Idulfitri

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN, Palangka Raya – Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu yang berpotensi meningkat selama periode transaksi tinggi. (26/2/2025)

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menekankan bahwa hari besar keagamaan sering kali menjadi momen rawan bagi peredaran uang palsu. Peningkatan aktivitas jual beli serta kebutuhan masyarakat yang meningkat kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang yang tidak sah.

“Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu diiringi dengan lonjakan transaksi keuangan. Hal ini membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk menyebarkan uang palsu, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati,” ungkapnya dalam rapat koordinasi di Aula Peteng Karuhei I Kantor Wali Kota Palangka Raya.

Yuliansah menjelaskan, masyarakat dapat mengenali keaslian uang dengan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Ciri utama uang asli meliputi watermark bergambar pahlawan nasional, benang pengaman yang tertanam di dalam kertas, serta tinta khusus yang berubah warna ketika dilihat dari sudut tertentu.

Selain itu, BI mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke transaksi digital guna mengurangi risiko terjadinya peredaran uang palsu. “Kami mendorong penggunaan sistem pembayaran digital yang lebih aman dan efisien. Saat ini, layanan keuangan berbasis digital semakin berkembang dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, BI bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan titik-titik transaksi lainnya. Penegakan hukum terhadap pelaku yang terlibat dalam peredaran uang palsu juga akan ditingkatkan guna memberikan efek jera.

BI juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika menemukan uang yang dicurigai palsu. “Jangan panik, tetapi tetap waspada. Laporkan ke pihak berwenang jika menemukan indikasi uang palsu agar bisa segera ditindaklanjuti,” tutupnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengenali uang asli dan beralih ke transaksi digital, diharapkan risiko penyebaran uang palsu dapat diminimalisir, sehingga transaksi menjelang Ramadan dan Idulfitri tetap aman dan lancar.

Tampilkan lebih banyak
Back to top button

Anda tidak dapat menyalin konten ini, Konten ini milik
PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN
silahkan hubungi administrator