|
Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...
|
PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Pemerintah Kota Palangka Raya mengumumkan para pemenang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 melalui acara penganugerahan yang berlangsung pada hari ini, Selasa (02/12/2025). Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berhasil meraih juara dalam tiga kategori inovasi daerah, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai terobosan dan inovasi di bidang pendidikan.
Lomba Inovasi Daerah merupakan ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengembangkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui lomba ini, pemerintah kota berharap dapat membudayakan inovasi di lingkungan birokrasi.
Wali Kota Palangka Raya dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba inovasi daerah menjadi sarana apresiasi bagi para inovator yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu layanan publik. Ia menekankan bahwa di era yang terus berkembang, inovasi bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Ajang ini menjadi sarana apresiasi bagi para inovator yang berkontribusi dalam peningkatan mutu layanan publik. Kita harus terus berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Inovasi adalah kunci untuk menjadi pemerintahan yang responsif dan berkualitas,” ujar Wali Kota.
Wakil Wali Kota Palangka Raya yang juga hadir dalam acara penganugerahan memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Pendidikan yang berhasil meraih juara di tiga kategori sekaligus. Ia menyatakan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa Dinas Pendidikan tidak hanya fokus pada tugas rutin, tetapi juga terus mencari cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Palangka Raya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh tim di Dinas Pendidikan yang terus berpikir kreatif dan berani mencoba hal-hal baru untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi ini. Ini adalah hasil kerja keras tim kami yang terus berinovasi. Kami percaya bahwa dengan terus berinovasi, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak Palangka Raya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan.
Ketiga inovasi yang berhasil meraih juara dari Dinas Pendidikan mencakup berbagai aspek pelayanan pendidikan. Inovasi pertama berkaitan dengan sistem digitalisasi administrasi sekolah yang memudahkan proses pendataan dan pelaporan. Inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi kerja dan akurasi data pendidikan.
Inovasi kedua adalah program pembinaan guru berbasis kompetensi yang memanfaatkan platform digital untuk pelatihan jarak jauh. Program ini memungkinkan guru-guru di seluruh Palangka Raya mendapatkan akses pelatihan berkualitas tanpa harus meninggalkan tugas mengajar, sehingga proses pembelajaran siswa tidak terganggu.
Inovasi ketiga adalah sistem monitoring dan evaluasi pembelajaran secara real-time yang memungkinkan orang tua dan pihak sekolah memantau perkembangan belajar siswa secara lebih transparan dan akuntabel. Sistem ini juga memudahkan Dinas Pendidikan dalam mengidentifikasi sekolah atau siswa yang membutuhkan perhatian khusus.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya yang menjadi ketua tim juri menyampaikan bahwa penilaian inovasi dilakukan berdasarkan beberapa kriteria, termasuk tingkat kebaruan ide, dampak terhadap pelayanan publik, keberlanjutan program, tingkat replikasi oleh instansi lain, serta efisiensi anggaran yang dihasilkan.
“Tim juri menilai bahwa ketiga inovasi dari Dinas Pendidikan memiliki kualitas yang sangat baik. Inovasinya tidak hanya kreatif tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan. Yang paling penting, inovasi-inovasi ini dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut,” jelas Sekda.
Para pemenang lomba inovasi daerah menerima penghargaan berupa piagam, trofi, serta hadiah uang pembinaan yang dapat digunakan untuk pengembangan inovasi lebih lanjut. Untuk kategori juara, hadiah yang diberikan berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 per kategori, disesuaikan dengan tingkat pencapaian.
Selain Dinas Pendidikan, beberapa SKPD lain juga meraih penghargaan dalam berbagai kategori inovasi, termasuk inovasi di bidang kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, pengelolaan sampah, serta pengembangan UMKM. Keberagaman inovasi ini menunjukkan bahwa semangat berinovasi telah tumbuh di berbagai sektor pemerintahan.
Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus mendorong budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Inovasi-inovasi yang terbukti efektif akan didorong untuk diimplementasikan secara lebih luas dan menjadi best practice yang dapat diadopsi oleh daerah lain.
Dinas Pendidikan menyatakan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi baru. Mereka berencana untuk mengembangkan inovasi di bidang pembelajaran berbasis teknologi, sistem penilaian yang lebih komprehensif, serta program pemberdayaan komite sekolah yang lebih efektif.
Tim inovasi dari Dinas Pendidikan yang terdiri dari berbagai unsur pegawai menyampaikan bahwa kunci keberhasilan inovasi adalah keterbukaan terhadap ide-ide baru, keberanian mencoba, serta evaluasi berkelanjutan untuk perbaikan. Mereka mengajak seluruh pegawai untuk tidak takut berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik.
Dengan prestasi gemilang ini, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya telah membuktikan bahwa inovasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Budaya inovasi yang terus dikembangkan diharapkan dapat menginspirasi SKPD lainnya untuk terus berpikir kreatif dan mencari solusi terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga visi Palangka Raya sebagai kota yang maju, inovatif, dan memberikan pelayanan publik berkualitas dapat terwujud.










