|
Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...
|
PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbudpora) Kota Palangka Raya mengikuti diskusi bersama tentang Pelaku Ekonomi Kreatif dengan Staf Khusus Presiden, Yovie Widianto, Senin (9/2/2026). Forum diskusi ini menjadi momentum strategis untuk membahas pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Palangka Raya serta peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung para pelaku industri kreatif lokal.
Kehadiran Staf Khusus Presiden di Palangka Raya menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Ekonomi kreatif, yang mencakup sektor musik, seni pertunjukan, fashion, kuliner, kerajinan, dan pariwisata, dipandang sebagai sektor strategis yang dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus melestarikan identitas budaya.
Kepala Disparbudpora dalam diskusi ini memaparkan potensi dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif di Palangka Raya. Ia menyampaikan bahwa kota ini memiliki kekayaan budaya Dayak yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi, mulai dari kerajinan tangan, seni ukir, tenun, hingga kuliner tradisional.
“Palangka Raya memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar biasa, terutama yang berbasis kearifan lokal Dayak. Namun kami menghadapi tantangan dalam hal akses pasar, permodalan, branding, dan pemasaran digital. Kami berharap melalui forum ini dapat merumuskan solusi bersama untuk memajukan pelaku ekonomi kreatif di daerah kami,” ujar Kepala Disparbudpora.
Yovie Widianto, yang dikenal sebagai musisi ternama sekaligus Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, menyampaikan apresiasi terhadap potensi ekonomi kreatif Palangka Raya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam membangun ekosistem yang kondusif bagi berkembangnya ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia. Kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa yang bisa menjadi kekuatan ekonomi. Tugas kita adalah bagaimana mengemas potensi ini dengan baik, memberikan akses pasar yang luas, dan memastikan pelaku ekonomi kreatif mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ungkap Yovie Widianto.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif ini, berbagai isu strategis dibahas, termasuk pengembangan klaster ekonomi kreatif, pelatihan kewirausahaan kreatif, akses permodalan melalui skema pembiayaan khusus, pembangunan creative hub sebagai ruang kolaborasi, serta strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Staf Khusus Presiden juga menyampaikan berbagai program dan kebijakan pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif di daerah, termasuk program pendampingan bisnis, akses ke platform digital nasional, serta peluang partisipasi dalam pameran dan festival ekonomi kreatif tingkat nasional dan internasional.
Para pelaku ekonomi kreatif yang turut hadir dalam forum ini menyampaikan berbagai aspirasi dan kendala yang mereka hadapi, mulai dari kesulitan akses pasar, keterbatasan modal usaha, hingga kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital. Mereka berharap ada program pendampingan yang berkelanjutan untuk membantu mengembangkan usaha mereka.
Disparbudpora menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan menyusun roadmap pengembangan ekonomi kreatif Palangka Raya yang lebih terstruktur. Beberapa program prioritas yang akan diperkuat meliputi pembentukan komunitas pelaku ekonomi kreatif, pelatihan desain dan branding, fasilitasi akses pasar online, serta penyelenggaraan festival ekonomi kreatif secara berkala.
Forum diskusi ini juga menghasilkan kesepakatan untuk membangun jejaring kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Palangka Raya dengan pelaku industri kreatif di kota-kota lain. Kolaborasi ini penting untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat melalui kunjungan Staf Khusus Presiden ini, diharapkan ekonomi kreatif Palangka Raya dapat berkembang lebih pesat. Dukungan kebijakan, akses pasar, dan penguatan kapasitas pelaku usaha akan menjadi kunci untuk mewujudkan Palangka Raya sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang berdaya saing tinggi.










