PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbudpora) Kota Palangka Raya berpartisipasi dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Palangka Raya Daerah Pemilihan Palangka Raya I pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026 di Kelurahan Bukit Tunggal, Senin (15/12/2025). Forum ini menjadi ajang penting untuk membangun komunikasi strategis antara wakil rakyat dengan instansi pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan reses merupakan mekanisme konstitusional di mana anggota DPRD turun langsung ke daerah pemilihannya untuk menjaring aspirasi konstituen. Melalui forum ini, tercipta ruang dialog terbuka antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat untuk membahas berbagai isu pembangunan daerah serta merumuskan solusi bersama.
Perwakilan Disparbudpora yang hadir dalam forum reses ini menyampaikan laporan komprehensif mengenai capaian kinerja di bidang pariwisata dan kebudayaan. Presentasi mencakup program-program yang telah terlaksana, target yang akan dicapai, serta tantangan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Partisipasi kami dalam forum reses ini merupakan bentuk komitmen Disparbudpora untuk menjalin komunikasi yang transparan dengan legislatif dan masyarakat. Kami menyampaikan perkembangan program pariwisata dan kebudayaan serta siap mendengarkan masukan konstruktif untuk perbaikan ke depan,” ungkap Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.
Dalam paparannya, Disparbudpora menjelaskan berbagai inisiatif strategis yang sedang dan akan dikembangkan, termasuk revitalisasi destinasi wisata unggulan, penguatan branding wisata Palangka Raya, pengembangan paket wisata tematik, pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif, serta pelestarian warisan budaya Dayak sebagai identitas kota.
Anggota DPRD yang hadir memberikan apresiasi atas capaian Disparbudpora sekaligus menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk optimalisasi program. Mereka menekankan pentingnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi luas bagi warga.
“Kami mengapresiasi kerja keras Disparbudpora dalam mengembangkan sektor pariwisata. Namun masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal promosi digital, peningkatan kualitas SDM pariwisata, dan pengembangan infrastruktur pendukung. Kami siap mendukung melalui fungsi legislasi dan penganggaran,” tegas salah satu anggota DPRD.
Forum reses yang dihadiri perwakilan dari berbagai SKPD, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata ini berlangsung dalam suasana dialogis dan produktif. Berbagai masukan substantif disampaikan, mulai dari kebutuhan peningkatan promosi destinasi wisata, pengembangan atraksi wisata baru, hingga perlunya regulasi yang mendukung investasi di sektor pariwisata.
Masyarakat yang hadir juga turut berpartisipasi aktif menyampaikan usulan, termasuk permintaan pengembangan wisata berbasis komunitas, pelatihan pemandu wisata lokal, serta pembangunan fasilitas pendukung di kawasan wisata yang ada. Aspirasi-aspirasi ini dicatat dengan baik untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan program tahun mendatang.
Disparbudpora Kota Palangka Raya menegaskan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang diperoleh dari forum reses. Koordinasi intensif dengan DPRD akan terus diperkuat untuk memastikan setiap kebijakan dan program yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.
Keberhasilan forum reses ini menunjukkan pentingnya mekanisme checks and balances antara legislatif dan eksekutif dalam sistem pemerintahan demokratis. Dengan dialog yang konstruktif dan solutif, diharapkan pembangunan pariwisata dan kebudayaan di Kota Palangka Raya dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.











