
PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Palangka Raya, 19 Maret 2025. Kota Palangka Raya kembali mencetak sejarah dengan meraih peringkat pertama Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2024 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dengan skor gemilang 91,06, Palangka Raya menjadi daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik dalam mencegah praktik korupsi di Kalimantan Tengah.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, kepada Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Wakil Wali Kota Achmad Zaini, dalam acara resmi pada Rabu (19/3/2025). Prestasi ini semakin menegaskan komitmen Pemko Palangka Raya di bawah kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
MCP merupakan alat ukur KPK untuk menilai efektivitas pencegahan korupsi di pemerintah daerah melalui delapan indikator utama, termasuk perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, sistem perizinan, pengawasan internal pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset daerah, serta tata kelola dana desa.
Wali Kota Fairid Naparin mengapresiasi seluruh Perangkat Daerah (PD) yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tantangan untuk terus meningkatkan sistem pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan Kota Palangka Raya.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pencegahan korupsi melalui inovasi dan pengawasan yang lebih ketat di seluruh sektor pemerintahan. Ke depan, delapan area intervensi MCP KPK akan terus diperbaiki agar tata kelola pemerintahan semakin baik,” ujar Fairid.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas layanan publik. Selain itu, Pemko Palangka Raya akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan korupsi, termasuk memperketat pengawasan internal agar praktik korupsi dapat dicegah sejak dini.
“Dengan pencapaian ini, kami berharap Palangka Raya bisa menjadi role model bagi daerah lain dalam menerapkan sistem pemerintahan yang bersih, profesional, dan transparan,” pungkasnya.