KOTA PALANGKA RAYA

BKPSDM Palangka Raya Gelar Koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk Implementasi MASN Profesional

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan koordinasi dan pembahasan strategis dengan ASN Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Selasa (17/12/2025). Pertemuan ini digelar dalam rangka mengimplementasikan Manajemen Aparatur Sipil Negara (MASN) yang profesional berbasis sistem merit sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Implementasi MASN merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang bertujuan membangun aparatur sipil negara yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Sistem merit yang diterapkan mengutamakan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja sebagai dasar dalam pengangkatan, penempatan, dan pengembangan karier ASN, menggantikan sistem yang sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor non-profesional.

Kepala BKPSDM Kota Palangka Raya dalam sambutannya menyampaikan bahwa koordinasi dengan Dinas Pendidikan sangat penting mengingat Dinas Pendidikan merupakan salah satu SKPD dengan jumlah ASN terbanyak di Kota Palangka Raya. Pengelolaan SDM yang profesional di Dinas Pendidikan akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

“Dinas Pendidikan memiliki peran strategis dengan jumlah ASN yang cukup besar. Oleh karena itu, penerapan MASN yang profesional di Dinas Pendidikan menjadi sangat penting. Kita harus memastikan bahwa ASN di bidang pendidikan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Kepala BKPSDM.

Sekretaris Dinas Pendidikan yang mewakili Kepala Dinas menyambut baik kegiatan koordinasi ini. Ia menyatakan bahwa Dinas Pendidikan berkomitmen penuh untuk menerapkan MASN secara konsisten dan profesional demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Palangka Raya.

“Kami sangat mendukung implementasi MASN yang profesional. Kami memahami bahwa SDM yang berkualitas adalah kunci keberhasilan dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Kami siap bekerja sama dengan BKPSDM dalam penerapan sistem merit ini,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan.

Materi koordinasi mencakup berbagai aspek penting dalam implementasi MASN, termasuk pemetaan kompetensi ASN, perencanaan kebutuhan pegawai berbasis analisis beban kerja, sistem rekrutmen yang objektif dan transparan, penempatan pegawai sesuai kompetensi (the right man on the right place), serta pengembangan karier berbasis kinerja dan kompetensi.

BKPSDM menjelaskan bahwa salah satu program prioritas adalah penyusunan peta kompetensi ASN di Dinas Pendidikan. Pemetaan ini akan mengidentifikasi gap kompetensi yang ada dan menjadi dasar dalam penyusunan program pelatihan dan pengembangan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kapasitas ASN.

“Kita akan melakukan pemetaan kompetensi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan SDM kita. Dari pemetaan ini, kita bisa menyusun program pelatihan yang tepat sasaran sehingga setiap ASN memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” jelas perwakilan BKPSDM.

Diskusi juga membahas tentang sistem penilaian kinerja ASN yang lebih objektif dan terukur. BKPSDM menjelaskan bahwa penilaian kinerja tidak hanya berdasarkan kehadiran, tetapi juga harus mengukur capaian target kerja, kualitas hasil kerja, serta kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan menyampaikan beberapa tantangan dalam pengelolaan kepegawaian, termasuk distribusi ASN yang belum merata, kompetensi yang tidak sesuai dengan penempatan, serta sistem penilaian kinerja yang perlu diperbaiki. Ia berharap melalui koordinasi ini dapat ditemukan solusi yang tepat.

Para peserta koordinasi yang terdiri dari staf kepegawaian dan pejabat struktural Dinas Pendidikan aktif berdiskusi dan bertanya tentang teknis implementasi MASN. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami sistem baru ini agar dapat mengimplementasikannya dengan baik.

BKPSDM juga menyampaikan bahwa akan ada serangkaian pelatihan dan bimbingan teknis bagi pengelola kepegawaian di setiap SKPD, termasuk Dinas Pendidikan, untuk memastikan mereka memahami dan mampu menjalankan sistem MASN dengan baik. Pelatihan akan mencakup aspek teknis seperti penggunaan sistem informasi kepegawaian, analisis beban kerja, hingga penyusunan rencana pengembangan pegawai.

Disepakati dalam pertemuan ini bahwa akan dibentuk tim koordinasi antara BKPSDM dan Dinas Pendidikan untuk melakukan monitoring dan evaluasi implementasi MASN secara berkala. Tim ini akan memastikan bahwa setiap tahapan implementasi berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja organisasi.

Dinas Pendidikan juga akan menyusun roadmap implementasi MASN yang lebih detail dengan target-target jangka pendek, menengah, dan panjang. Roadmap ini akan menjadi panduan dalam melakukan transformasi manajemen kepegawaian yang lebih profesional dan berbasis merit.

Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmen kuat untuk menerapkan MASN di seluruh SKPD sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Dengan pengelolaan ASN yang profesional berbasis merit, diharapkan dapat tercipta birokrasi yang efisien, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Dengan terselenggaranya koordinasi strategis ini, BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya telah mengambil langkah penting menuju implementasi MASN yang profesional. Kolaborasi yang kuat antara kedua instansi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi SKPD lainnya dalam menerapkan sistem kepegawaian berbasis merit yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan good governance di Kota Palangka Raya.

Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!