KOTA PALANGKA RAYA

Dekranasda Palangka Raya Gelar Pelatihan Kecakapan Wirausaha Industri Kreatif Anyaman Purun

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palangka Raya menyelenggarakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 Tahap XVIII melalui kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan yang berlangsung di Handycraft Gallery Dekranasda Kota Palangka Raya, Rabu (17/12/2025), ini fokus pada pengembangan keterampilan kerajinan anyaman berbahan tanaman purun.

Program PKW yang diikuti oleh puluhan peserta ini dirancang dengan total durasi 250 jam pelajaran, bertujuan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dalam menganyam purun, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Palangka Raya. Program komprehensif ini mencakup pelatihan teknik anyaman, desain produk, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.

Sekretaris Dekranasda Kota Palangka Raya, Heri Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan anyaman purun sebagai fokus pelatihan didasarkan pada potensi alam Kota Palangka Raya yang didominasi kawasan rawa. Tanaman purun yang tumbuh melimpah di kawasan tersebut menjadi bahan baku potensial untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi.

“Pemilihan anyaman purun sebagai fokus pelatihan didasarkan pada potensi alam Kota Palangka Raya yang didominasi kawasan rawa, sehingga sangat mendukung ketersediaan bahan baku purun. Kami ingin mengubah bahan baku lokal yang melimpah ini menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat bersaing di pasar,” ujar Heri Purwanto.

Ia menambahkan bahwa industri kreatif berbasis kearifan lokal memiliki peluang pasar yang sangat luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Produk anyaman purun dari Palangka Raya memiliki keunikan tersendiri yang dapat menjadi daya tarik bagi konsumen yang menghargai produk handmade dan ramah lingkungan.

Ketua Dekranasda Kota Palangka Raya menyatakan bahwa program ini merupakan upaya konkret untuk memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, agar memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Dekranasda berkomitmen untuk terus mendampingi peserta bahkan setelah pelatihan selesai, termasuk membantu akses pasar dan promosi produk.

Materi pelatihan yang diberikan sangat komprehensif, dimulai dari pengenalan karakteristik tanaman purun, teknik pengolahan bahan baku, berbagai motif dan teknik anyaman tradisional maupun modern, pengembangan desain produk kreatif, finishing produk, hingga pengemasan yang menarik. Peserta juga mendapatkan materi tentang perhitungan harga pokok produksi, strategi pemasaran, dan pemanfaatan media sosial untuk promosi.

Narasumber yang merupakan pengrajin anyaman berpengalaman dan praktisi industri kreatif memberikan bimbingan langsung kepada peserta. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah learning by doing, di mana peserta langsung praktik menganyam dengan didampingi instruktur sehingga keterampilan dapat diserap dengan lebih baik.

Para peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan. Mereka aktif bertanya dan bersemangat mempraktikkan berbagai teknik anyaman yang diajarkan. Banyak yang menyatakan bahwa pelatihan ini membuka wawasan mereka tentang potensi ekonomi dari tanaman purun yang selama ini dianggap biasa.

“Saya sangat senang bisa ikut pelatihan ini. Selama ini saya hanya tahu purun sebagai tanaman biasa, ternyata bisa dibuat menjadi berbagai produk cantik yang bisa dijual. Saya berharap setelah pelatihan ini saya bisa membuka usaha sendiri,” ungkap salah satu peserta.

Dekranasda juga menyediakan bantuan starter kit berupa peralatan anyaman dan bahan baku purun kepada seluruh peserta agar mereka dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh setelah pelatihan selesai. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk memulai usaha kerajinan anyaman purun.

Selain keterampilan teknis, peserta juga diberikan materi tentang legalitas usaha, perizinan UMKM, sertifikasi produk, serta akses ke berbagai platform marketplace online. Pemahaman tentang aspek legal dan akses pasar ini penting agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara lebih luas dan profesional.

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Palangka Raya yang juga terlibat dalam program ini menyatakan siap membantu peserta dalam hal perizinan usaha dan promosi produk melalui berbagai pameran dan bazar yang diselenggarakan pemerintah kota. Kolaborasi multipihak ini penting untuk memastikan keberlanjutan usaha peserta setelah pelatihan.

Ke depan, Dekranasda berencana untuk membentuk kelompok usaha bersama (KUB) dari para alumni pelatihan agar mereka dapat saling mendukung, berbagi pengalaman, dan mengembangkan usaha secara kolektif. KUB juga akan memudahkan akses ke pembiayaan dan pemasaran produk secara berkelompok.

Program PKW yang diselenggarakan Dekranasda ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah dan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, diharapkan dapat tercipta wirausaha-wirausaha baru yang tangguh dan produk kerajinan Palangka Raya dapat dikenal lebih luas hingga ke mancanegara.

Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!