KOTA PALANGKA RAYA

Pemkot Palangka Raya Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting

Siap diputar

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN โ€“ Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat yang berlangsung di ruang rapat Pemerintah Kota ini dihadiri oleh berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk membahas strategi terintegrasi dalam menangani permasalahan stunting secara komprehensif dan berkelanjutan.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Permasalahan stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan, sehingga menjadi isu strategis nasional yang harus ditangani secara serius.

Pemerintah Kota Palangka Raya menjadikan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan. Pendekatan yang digunakan adalah sinergi lintas sektor, mengingat permasalahan stunting bersifat multidimensional yang tidak bisa diselesaikan oleh satu dinas saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai bidang seperti kesehatan, pangan, pendidikan, sanitasi, dan perlindungan sosial.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya yang memimpin rapat koordinasi ini menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh SKPD dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyatakan bahwa setiap instansi memiliki peran strategis sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Stunting adalah masalah kita bersama yang harus diselesaikan dengan kerja sama yang solid. Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri, mereka membutuhkan dukungan dari Dinas Pangan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, PUPR untuk sanitasi, dan SKPD lainnya. Mari kita sinergi untuk masa depan anak-anak Palangka Raya,” tegas Sekda.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memaparkan data terkini prevalensi stunting di Palangka Raya serta upaya-upaya yang telah dilakukan. Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting difokuskan pada intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, suplementasi gizi, serta pemantauan pertumbuhan rutin di posyandu.

“Kami telah melakukan screening rutin terhadap balita di seluruh posyandu. Balita yang teridentifikasi stunting atau berisiko stunting mendapatkan pendampingan intensif dan pemberian makanan tambahan. Namun kami membutuhkan dukungan lintas sektor untuk mengatasi faktor-faktor lain seperti sanitasi, pola asuh, dan ketahanan pangan keluarga,” jelas Kepala Dinkes.

Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan komitmen untuk memastikan ketersediaan dan akses pangan bergizi bagi keluarga, terutama bagi keluarga rentan stunting. Program yang akan diperkuat meliputi edukasi gizi keluarga, pemberdayaan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan, serta fasilitasi akses bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau.

Dinas Sosial akan memperkuat program perlindungan sosial bagi keluarga miskin dan rentan, termasuk bantuan sosial yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berkomitmen untuk mempercepat pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di wilayah yang masih memiliki akses terbatas.

Dinas Pendidikan akan mengintegrasikan edukasi gizi dan pola hidup sehat dalam kurikulum sekolah serta memperkuat program makanan bergizi di sekolah. Edukasi sejak dini tentang pentingnya gizi seimbang diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih sadar akan kesehatan.

Dalam rapat koordinasi ini juga dibahas mekanisme konvergensi program stunting di tingkat kecamatan dan kelurahan. Disepakati bahwa akan dibentuk tim konvergensi di setiap kecamatan yang terdiri dari perwakilan berbagai SKPD untuk memastikan program berjalan terintegrasi dan tidak tumpang tindih.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target. Dashboard stunting akan dikembangkan sebagai sistem informasi terintegrasi yang dapat memantau perkembangan kasus stunting secara real-time dan memudahkan pengambilan keputusan berbasis data.

Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan penurunan prevalensi stunting secara bertahap melalui intervensi yang terukur dan berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat dan sinergi lintas sektor yang solid, target penurunan stunting hingga mencapai standar nasional diharapkan dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

Upaya percepatan penurunan stunting ini juga melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk kader posyandu, PKK, tokoh masyarakat, dan keluarga. Edukasi dan kampanye publik akan terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan dalam menentukan kualitas generasi masa depan.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Palangka Raya optimis dapat mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif, terbebas dari ancaman stunting yang dapat menghambat potensi tumbuh kembang anak-anak Palangka Raya.

Sumber : kominfoplk

20 Mar 2026, 04.03.04
IMG_0311
poster-marhaban-ya-ramadhan-1770807433570_43
Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!