PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren โ Menjelang pemilihan rektor baru Universitas Palangka Raya (UPR), sejumlah tantangan besar menanti calon pemimpin kampus ke depan, salah satunya memperluas jejaring hingga tingkat internasional.
Dosen senior UPR, Sidiq Usop, menilai sosok rektor tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus kuat secara manajerial serta memiliki jaringan luas untuk mendorong kemajuan kampus.
Menurutnya, ketergantungan pada dana pemerintah pusat sudah tidak lagi relevan sebagai satu-satunya sumber pembiayaan.
โKalau hanya mengandalkan dana dari pusat, itu tidak cukup. Rektor harus mampu mencari sumber pendanaan lain, termasuk dari kerja sama luar negeri,โ ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, peran rektor saat ini lebih berfokus pada penguatan aspek eksternal, seperti membangun kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga internasional.
-
Pertamax Langka di Palangka Raya, SPBU Terapkan Jam Penyaluran TerbatasMinggu, 12 April 2026
-
Momentum Wisuda UPR Jadi Ladang Rezeki, Pedagang Buket Raup Jutaan RupiahMinggu, 12 April 2026
โUrusan internal sudah ada wakil rektor. Justru rektor harus lebih banyak bergerak keluar untuk membangun jejaring,โ tegasnya.
Sidiq menambahkan, kemampuan komunikasi dan jaringan menjadi indikator penting dalam menilai calon rektor, termasuk dalam mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada keterampilan dan praktik.
โKita tidak lagi hanya mendidik untuk tahu, tapi bagaimana ilmu itu bisa digunakan untuk membangun masyarakat,โ jelasnya.
Dalam menghadapi bonus demografi 2045, ia mengingatkan pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan.
โKalau tidak punya keterampilan, mereka justru bisa menjadi beban ekonomi,โ ujarnya.
Untuk itu, Sidiq mendorong penguatan pendidikan vokasi, seperti program diploma, guna menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil.
Ia juga menilai kampus perlu aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor industri, terutama dalam pengembangan potensi unggulan daerah seperti agribisnis dan perikanan.
Lebih jauh, Sidiq menekankan pentingnya menjadikan kampus sebagai ruang tumbuhnya ide dan inovasi melalui diskusi aktif antara dosen dan mahasiswa.
โKampus harus jadi tempat lahirnya gagasan baru. Dialog dan diskusi itu penting,โ katanya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar proses pemilihan rektor tidak didominasi kepentingan politik internal, melainkan lebih menitikberatkan pada visi dan kapasitas calon.
โKita butuh pemimpin yang punya visi jauh ke depan, mampu berpikir lokal, nasional, hingga global,โ pungkasnya.
















