PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren — Ratusan umat Kristiani memadati Gereja Santa Maria Katedral Palangka Raya di Jalan Tjilik Riwut untuk mengikuti Misa Hari Raya Paskah, Minggu (5/4/2026).
Sejak pagi, suasana gereja dipenuhi umat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bangku gereja hampir seluruhnya terisi, sementara umat mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhidmatan.
Koordinator tata tertib, Vincentius Hasanudin, menyebut jumlah umat pada misa pagi mencapai sekitar 800 orang.
“Jika dilihat dari kapasitas bangku, hampir penuh, kurang lebih sekitar 800 umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan misa Paskah di Katedral Palangka Raya dibagi dalam tiga sesi, yakni pukul 07.00 WIB, 10.00 WIB, dan 17.00 WIB.
Selain di katedral, misa juga dilaksanakan di Stasi Kalampangan dengan jumlah sekitar 120 umat. Secara keseluruhan, perayaan Paskah di berbagai gereja di Kota Palangka Raya diikuti sekitar 4.000 umat.
Misa pagi yang dimulai pukul 07.00 WIB berlangsung sekitar dua jam hingga pukul 09.00 WIB. Selama ibadah, umat mengikuti rangkaian liturgi secara tertib, mulai dari doa, pujian, hingga penerimaan Ekaristi.
Dalam misa tersebut, umat juga melakukan pembaruan janji baptis sebagai bentuk peneguhan iman.
Vincentius menjelaskan, komuni yang dibagikan melambangkan tubuh dan darah Kristus sebagai wujud persekutuan umat dengan Tuhan.
“Komuni merupakan simbol tubuh dan darah Kristus sebagai bentuk persekutuan umat dengan Tuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, makna utama Paskah adalah kebangkitan Yesus Kristus yang membawa keselamatan dan harapan bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan siapa pun.
Salah seorang umat, Feli (26), mengaku merasakan suasana yang lebih tenang dan khidmat saat mengikuti misa secara langsung di gereja.
“Rasanya lebih damai dan khusyuk saat mengikuti misa Paskah di gereja,” ungkapnya.
Hari Raya Paskah menjadi puncak perayaan iman Kristiani yang menandai kebangkitan Yesus Kristus serta menghadirkan harapan dan kehidupan baru bagi umat.
















