KOTA PALANGKA RAYA

Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu, Wujud Pelestarian Tradisi dan Spiritualitas Dayak di Palangka Raya

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

Palangka Raya Semakin Keren – Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya lokal dengan menghadiri Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu yang digelar di Balai Basarah Tjilik Riwut, Pahandut. Kehadiran pemerintah diwakili oleh Sekretaris Daerah Arbert Tombak, bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama Hindu Kaharingan, serta masyarakat setempat, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna. Para peserta mengikuti setiap tahapan prosesi dengan tertib, mencerminkan kuatnya nilai spiritual dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah dinamika kehidupan modern. Ragam perlengkapan adat dan sajian ritual yang disiapkan menjadi simbol ungkapan syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur.

Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu merupakan tradisi tahunan dalam ajaran Hindu Kaharingan yang dijalankan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Upacara ini tidak hanya menjadi sarana doa dan ungkapan rasa syukur, tetapi juga momentum untuk membersihkan serta memohon keselamatan bagi lingkungan dan seluruh warga lewu (kampung).

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap diwariskan kepada generasi muda. Tradisi ini dinilai sebagai bagian penting dari identitas budaya yang memperkuat persatuan dan memperkaya khazanah budaya Kota Palangka Raya.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, ritual adat ini menjadi pengingat bahwa harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta merupakan fondasi kehidupan masyarakat Dayak yang terus dijaga hingga kini.

Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!