
|
Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...
|
Palangka Raya Semakin Keren — Wajah perekonomian Indonesia terus berubah. Ojek online, penjual kue rumahan, desainer grafis lepas, hingga kreator konten digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem ekonomi yang hidup dan bergerak setiap harinya. Menyadari transformasi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya memastikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan merekam seluruh aktivitas ekonomi masyarakat secara komprehensif — tanpa terkecuali dan tanpa meninggalkan satu pun pelaku usaha dari cakupan pendataan.
Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, menegaskan hal tersebut pada Senin, 23 Februari 2026. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk merekam tidak hanya usaha-usaha yang memiliki tempat fisik permanen, tetapi juga seluruh kegiatan ekonomi yang dijalankan dari rumah maupun secara daring — mulai dari ibu rumah tangga yang membuat kue, penjual bakso dan jamu, pengemudi ojek online, hingga pekerja lepas seperti desainer grafis dan penulis konten yang kian menjamur di era digital.
Pendataan yang inklusif ini sangat penting karena data sensus yang akurat dan menyeluruh menjadi landasan krusial bagi perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran. Tanpa data yang mencerminkan realitas ekonomi sesungguhnya, program-program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi berisiko tidak menyentuh kelompok pelaku usaha yang justru paling membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.
BPS Kota Palangka Raya mengajak seluruh warga dan pelaku usaha untuk menyambut petugas sensus dengan terbuka dan memberikan informasi yang jujur, akurat, serta lengkap demi menghasilkan data ekonomi Kota Palangka Raya yang berkualitas tinggi dan dapat diandalkan sebagai acuan pembangunan.










