KOTA PALANGKA RAYA

TPID Palangka Raya Optimalkan Pengendalian Inflasi Jelang Nataru Melalui Operasi Pasar dan Stabilisasi Harga

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya mengintensifkan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan melalui berbagai program intervensi, termasuk pelaksanaan pasar penyeimbang dan operasi pasar elpiji 3 kilogram bersubsidi untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Pengendalian inflasi menjadi prioritas penting bagi pemerintah daerah, terutama menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional yang biasanya diiringi dengan peningkatan permintaan barang dan jasa. Tanpa intervensi yang tepat, lonjakan permintaan dapat memicu kenaikan harga yang memberatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menjelaskan bahwa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan TPID tidak hanya berfokus pada pemantauan harga semata, tetapi juga pada upaya memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.

“Langkah pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga dengan memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjangkau. Kami melakukan berbagai intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” ujar Samsul Rizal, Selasa (23/12/2025).

TPID Kota Palangka Raya secara rutin melakukan koordinasi lintas sektor untuk memantau perkembangan harga dan mengambil langkah antisipatif jika terjadi gejolak. Koordinasi ini melibatkan berbagai instansi terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, serta pelaku usaha dan distributor.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pelaksanaan pasar penyeimbang yang menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar. Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging ayam, dan bahan pokok lainnya. Pasar penyeimbang ini digelar di beberapa titik strategis untuk memudahkan akses masyarakat.

Selain pasar penyeimbang, TPID juga menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram bersubsidi untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh elpiji dengan harga yang terjangkau. Operasi pasar ini dilakukan sebagai respons terhadap kelangkaan elpiji 3 kg di beberapa wilayah yang kerap terjadi menjelang hari besar.

“Kami mendengar keluhan masyarakat tentang kelangkaan elpiji 3 kg dan harga yang melonjak. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi elpiji subsidi berjalan lancar dan melakukan operasi pasar langsung kepada masyarakat,” jelas Kepala DPKUKMP.

TPID juga melakukan pengawasan ketat terhadap praktik penimbunan barang dan permainan harga oleh oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab. Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perdagangan, dan Kepolisian melakukan sidak ke gudang-gudang dan toko-toko untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen.

Pemantauan harga dilakukan secara harian di pasar-pasar tradisional dan modern untuk mendeteksi fluktuasi harga sejak dini. Data harga yang terkumpul kemudian dianalisis dan dijadikan dasar pengambilan kebijakan intervensi yang diperlukan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya yang menjadi anggota TPID menyampaikan bahwa inflasi di Palangka Raya pada bulan-bulan sebelumnya relatif terkendali. Namun, diperlukan kewaspadaan ekstra menjelang Nataru karena pola historis menunjukkan adanya tekanan inflasi pada periode tersebut.

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar menyambut positif program TPID. Mereka menyatakan bahwa dengan adanya pasar penyeimbang, harga di pasar reguler juga cenderung stabil karena pedagang tidak bisa menaikkan harga secara berlebihan.

“Kami mendukung program pemerintah. Dengan adanya pasar penyeimbang, kami sebagai pedagang juga tidak bisa sembarangan menaikkan harga karena masyarakat punya alternatif. Ini justru menciptakan persaingan yang sehat,” ungkap salah satu pedagang di Pasar Kahayan.

Masyarakat yang memanfaatkan pasar penyeimbang menyampaikan apresiasi atas program ini. Mereka merasa terbantu karena dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, terutama di saat kebutuhan meningkat menjelang hari raya.

TPID Kota Palangka Raya juga menggandeng media massa dan media sosial untuk mengedukasi masyarakat tentang pola konsumsi yang bijak, informasi harga acuan, serta lokasi pasar penyeimbang dan operasi pasar. Edukasi ini penting agar masyarakat dapat membuat keputusan pembelian yang cerdas.

Ke depan, TPID akan terus memperkuat koordinasi dan responsivitas dalam mengendalikan inflasi. Program intervensi akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika pasar untuk memastikan efektivitasnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemerintah Kota Palangka Raya optimis dapat menjaga stabilitas harga dan inflasi tetap terkendali selama periode Nataru. Pengendalian inflasi yang baik akan menjaga daya beli masyarakat, mendukung perekonomian daerah, serta memastikan seluruh warga dapat merayakan hari besar dengan penuh kebahagiaan tanpa dibebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang berlebihan.

Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!