|
Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...
|
PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya menggelar Festival Literasi Tahun 2025 yang dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Palangka Raya. Festival yang berlangsung meriah ini bertujuan meningkatkan budaya baca serta memperkuat gerakan literasi di kalangan generasi muda sebagai fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Festival Literasi yang diselenggarakan di Aula Pemerintah Kota Palangka Raya ini menampilkan berbagai kegiatan menarik, termasuk lomba membaca puisi, storytelling, penulisan kreatif, kuis literasi, pameran buku, serta penampilan seni budaya dari para pelajar. Kegiatan ini dirancang untuk membuat literasi menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi anak-anak dan remaja.
Wali Kota Palangka Raya yang hadir dalam pembukaan festival ini menekankan pentingnya literasi sebagai kunci kemajuan suatu bangsa. Ia menyatakan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat bersaing di era global yang penuh tantangan.
“Literasi adalah fondasi penting bagi kemajuan. Tanpa kemampuan literasi yang baik, kita akan kesulitan mengakses pengetahuan, mengembangkan diri, dan berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita harus terus mendorong budaya baca sejak dini melalui kegiatan-kegiatan yang menarik seperti Festival Literasi ini,” ujar Wali Kota.
Wakil Wali Kota yang turut hadir memberikan apresiasi kepada Dispursip atas penyelenggaraan festival yang kreatif dan edukatif. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat umum untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi di Palangka Raya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya menjelaskan bahwa Festival Literasi merupakan salah satu program unggulan dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda. Festival ini juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam bidang literasi.
“Festival Literasi ini bukan sekadar kompetisi, tetapi lebih kepada membangun ekosistem literasi yang menyenangkan. Kami ingin anak-anak merasa bahwa membaca dan menulis itu asyik, bukan beban. Melalui festival ini, kami berharap minat baca mereka semakin meningkat,” jelas Kepala Dispursip.
Ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA yang mengikuti festival ini menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka berkompetisi dalam berbagai lomba dengan penuh semangat dan kreativitas. Para peserta tidak hanya bersaing untuk menjadi juara, tetapi juga untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain.
Lomba membaca puisi menjadi salah satu kategori yang paling menarik perhatian. Peserta menampilkan berbagai puisi dengan tema kebangsaan, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari dengan penghayatan yang mendalam. Juri memberikan penilaian berdasarkan ekspresi, intonasi, dan pemahaman terhadap isi puisi.
Lomba storytelling atau bercerita juga mendapat respons positif. Peserta menceritakan berbagai kisah inspiratif, dongeng tradisional, hingga cerita hasil karya mereka sendiri dengan gaya yang kreatif dan menarik. Kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan imajinasi anak-anak.
Selain lomba, Festival Literasi juga menghadirkan pameran buku yang menampilkan ribuan koleksi buku dari berbagai genre. Pelajar dapat membaca dan meminjam buku secara gratis selama festival berlangsung. Pameran ini bertujuan memberikan akses seluas-luasnya kepada anak-anak untuk mengenal berbagai jenis bacaan.
Dispursip juga menghadirkan perpustakaan keliling yang diparkir di area festival untuk memberikan layanan peminjaman buku langsung kepada pengunjung. Perpustakaan keliling ini merupakan salah satu inovasi Dispursip dalam menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses mudah ke perpustakaan.
Kegiatan edukasi tentang cara memanfaatkan perpustakaan digital juga menjadi bagian dari festival. Petugas Dispursip memberikan tutorial kepada pelajar dan guru tentang cara mengakses koleksi buku digital, e-learning, dan sumber informasi online yang tersedia di perpustakaan digital Kota Palangka Raya.
Para guru yang mendampingi siswa menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival ini. Mereka menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam membaca dan belajar. Festival literasi juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas di kelas.
Di akhir acara, diadakan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba serta sekolah-sekolah yang paling aktif dalam mendukung program literasi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar semangat literasi terus berkembang di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dispursip Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus menggelar Festival Literasi secara rutin setiap tahun dengan format yang semakin variatif dan menarik. Ke depan, festival ini akan melibatkan lebih banyak komunitas literasi, penulis lokal, dan pelaku industri kreatif untuk memperkaya konten dan memberikan inspirasi kepada generasi muda.
Dengan suksesnya Festival Literasi 2025 ini, diharapkan budaya baca di Kota Palangka Raya semakin menguat. Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan pengetahuan yang luas dan sikap yang bijaksana.










