WAKIL WALI KOTA PALANGKA RAYA

Harga BBM Dex Melonjak, Pemko Palangka Raya Cari Tambahan Anggaran untuk Operasional Sampah

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dex mulai berdampak terhadap pelayanan publik di Kota Palangka Raya. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kini harus menyiapkan langkah penyesuaian anggaran agar operasional pengangkutan sampah tetap berjalan normal.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengungkapkan harga Dex yang sebelumnya berada di kisaran Rp14 ribu per liter kini naik drastis hingga mencapai sekitar Rp26 ribu per liter.

Kondisi tersebut membuat anggaran operasional yang sebelumnya telah disusun tidak lagi sesuai dengan kebutuhan di lapangan, terutama untuk armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kenaikan BBM luar biasa. Sekarang yang menjadi persoalan itu operasional di Dinas Lingkungan Hidup karena menggunakan Dex. Anggaran sebelumnya dihitung dengan harga lama, sekarang harus menyesuaikan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga BBM sangat memengaruhi biaya operasional armada kebersihan karena jumlah kendaraan pengangkut sampah milik pemerintah cukup banyak dan beroperasi setiap hari.

Ia menegaskan layanan persampahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap berjalan meski pemerintah menghadapi tekanan anggaran akibat kenaikan harga bahan bakar.

“Armada pengangkutan sampah kita jumlahnya banyak. Kalau tidak segera diantisipasi tentu bisa berdampak terhadap pelayanan kebersihan kota,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemko Palangka Raya saat ini tengah menyiapkan tambahan anggaran agar distribusi pengangkutan sampah tidak terganggu.

Achmad Zaini menyebut Wali Kota Palangka Raya telah mengambil langkah cepat dengan menyiapkan kebijakan penyesuaian anggaran operasional.

“Pemerintah kota akan mencari solusi tambahan anggaran supaya pelayanan tetap berjalan dan armada tidak berhenti beroperasi karena keterbatasan bahan bakar,” ucapnya.

Selain sektor persampahan, kenaikan harga BBM dan kebutuhan lainnya juga mulai memengaruhi sejumlah program pembangunan daerah.

Beberapa proyek infrastruktur, khususnya peningkatan dan pemeliharaan jalan, disebut ikut terdampak karena naiknya harga material dan biaya operasional pekerjaan.

“Sekarang hampir semua biaya naik. Material pembangunan ikut menyesuaikan sehingga beberapa pekerjaan juga harus dihitung ulang,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya kini menerapkan langkah efisiensi anggaran dan memperketat prioritas belanja daerah agar program pelayanan publik tetap berjalan maksimal.

Pemko juga memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya tekanan biaya operasional daerah.

logo-hut-kota
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.19.42
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.02.36
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 05.16.54
ChatGPT Image 18 Mei 2026, 22.15.26
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!