KOTA PALANGKA RAYA

Pemkot Palangka Raya Gelar FGD Penetapan Tema Potensi Daerah dan Produk Unggulan

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Pemerintah Kota Palangka Raya menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Penentuan Tema Potensi Daerah dengan konsep “Satu Wilayah Satu Prioritas Produk Unggulan”. Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan di setiap wilayah kecamatan di Kota Palangka Raya.

FGD yang berlangsung di salah satu hotel di Palangka Raya ini dihadiri oleh jajaran pimpinan pemerintah kota, kepala SKPD terkait, camat se-Kota Palangka Raya, pelaku usaha, akademisi, serta perwakilan komunitas ekonomi kreatif. Kehadiran multipihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi daerah secara optimal.

Konsep “Satu Wilayah Satu Prioritas Produk Unggulan” atau yang dikenal dengan istilah One Village One Product (OVOP) merupakan pendekatan pembangunan ekonomi yang fokus pada pengembangan satu produk unggulan di setiap wilayah. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya dalam sambutannya menekankan pentingnya penetapan produk unggulan sebagai strategi untuk menggerakkan ekonomi daerah. Ia menyatakan bahwa setiap kecamatan di Palangka Raya memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda yang perlu dikembangkan secara fokus dan terstruktur.

“Kita tidak bisa mengembangkan semua sektor sekaligus dengan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, pendekatan satu wilayah satu produk unggulan menjadi strategi yang tepat. Setiap kecamatan akan fokus mengembangkan satu produk yang menjadi keunggulan mereka, sehingga kita bisa lebih efektif dalam pembinaan dan promosi,” ujar Wali Kota.

Dalam FGD ini, setiap kecamatan mempresentasikan potensi-potensi yang dimiliki wilayahnya, mulai dari produk pertanian, perikanan, kerajinan tangan, kuliner, hingga wisata. Peserta FGD kemudian berdiskusi intensif untuk mengidentifikasi produk mana yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan berdasarkan kriteria keunikan, ketersediaan bahan baku, tingkat permintaan pasar, dan kemampuan produksi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan bahwa penetapan produk unggulan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah kota dalam menyusun program pembinaan, pelatihan, bantuan permodalan, serta promosi. Dengan fokus pada satu produk unggulan, pendampingan bisa lebih intensif dan terukur hasilnya.

“Kami akan memberikan perhatian khusus pada produk unggulan yang telah ditetapkan. Mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, pengembangan desain dan kemasan, sertifikasi, hingga pembukaan akses pasar baik lokal maupun luar daerah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Para pelaku usaha yang hadir dalam FGD menyambut positif inisiatif ini. Mereka menyatakan bahwa selama ini produk lokal Palangka Raya kurang dikenal karena belum ada branding yang kuat. Dengan adanya penetapan produk unggulan dan dukungan pemerintah yang terstruktur, mereka optimis produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Akademisi yang turut hadir memberikan masukan penting terkait kriteria penetapan produk unggulan. Menurutnya, produk unggulan harus memiliki keunikan yang membedakannya dengan produk sejenis dari daerah lain, berkelanjutan dalam hal ketersediaan bahan baku, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

FGD ini juga membahas strategi branding dan pemasaran produk unggulan. Disepakati bahwa setiap produk unggulan akan memiliki brand identity yang kuat dengan mengangkat nama kecamatan dan keunikan Palangka Raya sebagai kota budaya Dayak. Promosi akan dilakukan melalui berbagai platform, mulai dari pameran, festival, hingga marketplace digital.

Hasil FGD akan ditindaklanjuti dengan penetapan resmi produk unggulan melalui Keputusan Wali Kota. Setelah ditetapkan, akan disusun roadmap pengembangan yang mencakup target peningkatan kualitas, kuantitas produksi, nilai tambah, serta perluasan pasar dalam jangka waktu tertentu.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga akan memfasilitasi pembentukan kelompok usaha bersama di setiap kecamatan untuk memperkuat posisi tawar produk unggulan. Kelompok usaha ini akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam implementasi program pembinaan dan pengembangan produk.

Dengan konsep “Satu Wilayah Satu Prioritas Produk Unggulan”, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat menciptakan identitas ekonomi yang kuat di setiap wilayah, meningkatkan pendapatan masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, serta memperkuat daya saing ekonomi Kota Palangka Raya secara keseluruhan. Program ini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber : kominfoplk

Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!