PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren โ Antrean kendaraan dan kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertamax terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pengendara bahkan harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain karena stok Pertamax tidak selalu tersedia, terutama pada siang hari, Sabtu (11/4/2026).
Di SPBU Jalan Yos Sudarso, misalnya, layanan pengisian Pertamax sempat tidak tersedia pada siang hari. Kondisi ini membuat sebagian warga menunda pengisian atau beralih ke jenis BBM lain.
Situasi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat yang bergantung pada kendaraan pribadi, karena waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan BBM menjadi lebih lama.
Pengawas SPBU Yos Sudarso, Denmas Senji, menjelaskan bahwa stok Pertamax sebenarnya masih ada, namun penyalurannya dilakukan dengan sistem manajemen stok.
โKondisi saat ini masih tercukupi, hanya saja kami menerapkan manajemen stok,โ ujarnya.
Ia menyebutkan, distribusi dari Pertamina tetap berjalan, namun penyaluran kepada masyarakat dibatasi pada jam-jam tertentu guna menjaga ketersediaan.
โPenyaluran kami lakukan di jam aktif, seperti pukul 06.00 sampai 09.00 dan 16.00 sampai 18.00,โ jelasnya.
Dengan sistem tersebut, masyarakat yang datang di luar jam penyaluran berpotensi tidak mendapatkan Pertamax, sehingga memicu antrean pada waktu-waktu tertentu.
Terkait penyebab distribusi, Senji menegaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan pihak SPBU.
โUntuk distribusi itu di luar kapasitas kami, bisa langsung ke Pertamina,โ tambahnya.
Fenomena ini pun menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang belum mengetahui adanya pembatasan jam penyaluran tersebut.
Akibatnya, tidak sedikit warga yang datang pada waktu yang tidak tepat dan harus kembali tanpa memperoleh BBM yang diinginkan.
Meski demikian, kondisi di SPBU Yos Sudarso tidak serta-merta mencerminkan seluruh SPBU di Kota Palangka Raya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi distribusi Pertamax di wilayah tersebut, termasuk penyebab serta estimasi normalisasi pasokan.
















