PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke dalam saluran drainase (grenase) tanpa siring di kawasan persimpangan empat Jalan Kristopel Mihing dengan Jalan Cempaka serta Jalan Temanggung Tandang, Kota Palangka Raya, Minggu, (03/05/2026)
Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan diduga berusaha menghindari mobil lain yang melintas di persimpangan. Akibat manuver mendadak, mobil kehilangan kendali dan langsung masuk ke dalam drainase yang berada di atas tanah gambut dan belum memiliki siring pengaman.
Evakuasi kendaraan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel SABHARA Polda Kalimantan Tengah, Satuan Lalu Lintas, Polsek Pahandut, relawan masyarakat, serta BPK Kamboja. Proses evakuasi juga mendapat bantuan dari warga sekitar yang ikut bergotong royong di lokasi kejadian.
Kondisi medan yang berlumpur dan tanah gambut yang labil membuat proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Namun berkat kerja sama seluruh unsur, kendaraan akhirnya berhasil diangkat dan dievakuasi dengan aman.
Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Pengemudi dilaporkan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa mengalami cedera serius.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto S.Sos yang juga merupakan pensiunan Komandan Damkar Kota Palangka Raya sekaligus Koordinator Lapangan 112 Kota Palangka Raya, menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan persimpangan rawan.
“Evakuasi berjalan lancar karena semua unsur bergerak cepat dan saling membantu. Kami dari BPK Kamboja sangat mengapresiasi kerja sama antara SABHARA, Lantas, Polsek Pahandut, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi drainase tanpa siring di kawasan tanah gambut sangat berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat pengendara melakukan manuver menghindar secara tiba-tiba.
“Ini menjadi catatan penting. Ke depan perlu perhatian serius terhadap titik-titik rawan seperti ini agar dilakukan perbaikan atau pemasangan siring demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sucipto juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi persimpangan tersebut, terlebih pada kondisi lalu lintas padat atau saat cuaca kurang mendukung.
“Pengendara harus lebih waspada dan tidak mengambil keputusan mendadak di persimpangan. Keselamatan adalah yang utama,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan kesan positif atas solidnya koordinasi antar relawan dan aparat di lapangan.
“Sinergi seperti ini harus terus dijaga. Kecepatan respon dan kebersamaan adalah kunci dalam penanganan kejadian darurat,” pungkasnya.
Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi kejadian kembali normal dan arus lalu lintas berjalan lancar.



















