PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Tim Damkar Rescue BPK Kamboja Kota Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan sarang tawon vespa berukuran besar yang bersarang di tower tandon air setinggi sekitar 9 meter di kawasan permukiman padat penduduk, Senin malam (18/5/2026).
Damkar Rescue BPK Kamboja Kota Palangka Raya yang bermarkas di Jalan Kamboja/Kenanga Nomor 12, tepat di belakang Rumah Sakit Advent atau belakang Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya tersebut menerima laporan dari warga yang khawatir keberadaan tawon vespa dapat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Sarang tawon vespa tersebut diketahui memiliki ukuran cukup besar, diperkirakan mencapai 60 sentimeter x 70 sentimeter dan berada sangat dekat dengan aktivitas perniagaan serta rumah warga. Kondisi itu membuat pelapor merasa cemas karena tawon vespa dikenal agresif dan berbahaya apabila terganggu.

Awalnya, keberadaan sarang diketahui setelah warga melihat banyak tawon vespa beterbangan di sekitar rumah sejak beberapa hari terakhir. Setelah diperiksa dari bagian bawah bangunan, terlihat sarang tawon menggantung di dekat tandon air pada tower penampungan.
Menerima laporan tersebut, Tim Rescue BPK Kamboja langsung melakukan persiapan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan petugas dan warga sekitar. Proses evakuasi sengaja dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan risiko serangan tawon vespa.
Dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, petugas rescue secara perlahan melakukan penanganan sarang tawon di lokasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam dan berjalan aman serta lancar berkat kerja sama tim yang baik serta kehati-hatian petugas di lapangan.

Ketua BPK Kamboja Palangka Raya sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto, S.Sos mengatakan penanganan sarang tawon vespa membutuhkan ketelitian dan prosedur keselamatan yang ketat karena risiko sengatan dapat membahayakan petugas maupun masyarakat sekitar.
“Penanganan tawon vespa tidak bisa dilakukan sembarangan karena sangat berisiko. Kami selalu mengutamakan keselamatan petugas dan warga dengan menggunakan APD lengkap serta memilih waktu malam hari agar proses evakuasi lebih aman,” ujarnya.
Sucipto menambahkan, keberadaan sarang tawon vespa di kawasan padat penduduk memang perlu segera ditangani karena berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

“Kalau dibiarkan tentu sangat berbahaya karena lokasinya dekat permukiman dan aktivitas warga. Bersyukur sampai proses evakuasi selesai belum ada korban sengatan,” katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, sarang dan tawon vespa dimasukkan ke dalam karung untuk kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alami yang jauh dari kawasan permukiman warga.
Menurut Sucipto, langkah tersebut dilakukan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga tanpa harus memusnahkan satwa tersebut.
“Tawon vespa juga bagian dari ekosistem alam. Jadi setelah diamankan, kami lepaskan kembali ke kawasan yang jauh dari permukiman agar tidak membahayakan masyarakat,” tandasnya.

























