PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Di tengah tuntutan kehidupan modern yang membuat banyak orang tua harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga, keberadaan tempat penitipan anak dan pendidikan usia dini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Salah satunya hadir melalui Yayasan Mutiara Ilmu Mulia Tiara Az-Zahra Islamic School yang berada di Jalan Seth Adjie, dekat persimpangan Jalan Puteri Junjung Buih, Kota Palangka Raya.
Yayasan tersebut tidak hanya bergerak di bidang pendidikan anak usia dini, tetapi juga menjadi tempat penitipan anak, rumah belajar Al-Qur’an, bimbingan belajar hingga layanan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.
Berdiri sejak Juli 2009 sebagai PAUD dan TK, Yayasan Tiara Az-Zahra sebelumnya telah lebih dahulu bergerak di bidang bimbingan belajar sejak tahun 2006. Hingga kini, yayasan tersebut terus berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan dan pengasuhan anak yang dipercaya masyarakat Kota Palangka Raya.

Kepala Sekolah PAUD Tiara Az-Zahra, Megawati mengatakan, saat ini layanan penitipan anak di yayasan tersebut menerima anak usia mulai sekitar 1 tahun 8 bulan hingga 2 tahun, tergantung perkembangan fisik dan kesiapan anak.
“Sekarang ada sekitar 22 anak penitipan dengan usia tersebut. Kami juga membina dan mendidik anak TK usia 5 sampai 6 tahun,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Megawati, profesi guru dan pengasuh anak bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan amanah besar yang membutuhkan kesabaran, kasih sayang, dan tanggung jawab tinggi.
Ia mengaku setiap anak yang datang memiliki karakter, kebiasaan, dan latar belakang keluarga yang berbeda-beda sehingga diperlukan pendekatan khusus dalam mendidik maupun mendampingi tumbuh kembang mereka.
“Semua ini berangkat dari satu kata, yaitu amanah. Karena amanah itu, kami berusaha memberikan yang terbaik agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ia menuturkan, tantangan dunia pendidikan dan pengasuhan anak saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu. Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi membuat peran guru maupun orang tua harus semakin sabar, terbuka, dan profesional dalam mendampingi anak-anak.

Karena itu, pihak sekolah selalu menjalin komunikasi dan konsultasi dengan orang tua demi memastikan perkembangan anak berjalan baik sesuai tahap usia dan kebutuhan masing-masing.
“Perkembangan anak perlu dukungan bersama antara sekolah dan orang tua. Kami selalu terbuka untuk berdiskusi demi kenyamanan dan perkembangan anak,” tambah Megawati.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana sekolah terlihat nyaman dan ramah anak. Pada pagi hari, para guru tampak menyambut kedatangan anak-anak di halaman sekolah dengan senyum dan suasana penuh kehangatan agar anak merasa nyaman saat ditinggal orang tua mereka.
Pada salah satu sudut halaman sekolah terlihat puluhan anak PAUD dan TK mengenakan seragam kuning-hijau sedang mengikuti kegiatan bersama guru pendamping. Sementara di area bermain, beberapa anak penitipan tampak bermain ayunan dan wahana edukatif lainnya dengan pengawasan guru.
Fasilitas sekolah juga terlihat cukup lengkap dengan area bermain terbuka, ruang belajar, hingga lingkungan sekolah yang bersih dan teduh sehingga mendukung kenyamanan anak saat belajar maupun bermain.
Di bagian depan sekolah terpampang papan informasi besar bertuliskan layanan yang tersedia di Yayasan Tiara Az-Zahra, mulai dari PAUD, bimbingan belajar, rumah Qur’an hingga rumah belajar inklusi. Hal tersebut menunjukkan komitmen yayasan dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat.

Sementara itu, Sucipto, kakek dari seorang anak bernama Vino yang juga mengikuti layanan di yayasan tersebut, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Tiara Az-Zahra.
Menurutnya, para guru dan pengasuh di sekolah tersebut memiliki kesabaran tinggi dalam mendampingi anak-anak sehingga membuat keluarga merasa tenang menitipkan cucunya selama orang tua bekerja.
“Alhamdulillah kami merasa terbantu. Guru-gurunya sabar dan anak-anak juga terlihat nyaman di sekolah. Lingkungannya bagus dan anak-anak diajarkan disiplin serta sopan santun,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan yayasan seperti Tiara Az-Zahra terus mendapat dukungan karena dinilai membantu banyak keluarga dalam mendidik sekaligus menjaga anak-anak di tengah kesibukan orang tua saat ini.
“Tidak semua orang mampu menjalankan tugas seperti ini. Mengurus banyak anak dengan karakter berbeda tentu tidak mudah. Jadi profesi guru dan pengasuh anak memang patut dihormati,” tambahnya.
Keberadaan Yayasan Tiara Az-Zahra dinilai menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Kota Palangka Raya, sekaligus membantu menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman, nyaman, dan penuh nilai keislaman.

























