POTENSI DAERAH

BPBD Palangka Raya Siapkan 30 Poslap Antisipasi Karhutla

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyiapkan sebanyak 30 pos lapangan (Poslap) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di seluruh kelurahan sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau tahun 2026.

Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan keberadaan Poslap menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di tingkat wilayah.

“Kami sudah menyiapkan sekitar 30 poslap yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla,” katanya di Palangka Raya, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Balap, Poslap memiliki fungsi strategis sebagai pusat kendali operasional di lapangan dalam mendukung upaya pencegahan, pemantauan, hingga penanganan kebakaran secara cepat dan terpadu.

Keberadaan Poslap juga memungkinkan koordinasi antarinstansi berjalan lebih efektif karena melibatkan berbagai unsur seperti BPBD, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api.

“Dengan adanya poslap, seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja secara terpadu dan terarah saat terjadi titik api maupun potensi kebakaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Poslap tidak hanya berfungsi memantau kejadian kebakaran, tetapi juga melakukan deteksi dini, pengumpulan data, pemetaan wilayah rawan, hingga penyebaran informasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla.

Selain itu, Poslap juga menjadi pusat komunikasi dan pengendalian operasi pemadaman agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Menurut Balap, selama musim kemarau petugas Poslap akan menjalankan sistem siaga terpadu melalui patroli rutin ke wilayah rawan kebakaran serta memantau hotspot atau titik panas yang terdeteksi.

Petugas juga memastikan kesiapan sarana pemadaman seperti mesin pompa air, selang, embung air, hingga kendaraan operasional pemadam.

Selain membentuk Poslap, BPBD Kota Palangka Raya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di wilayah lahan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau panjang.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila lahan gambut sudah terbakar, proses pemadamannya akan sangat sulit,” tegasnya.

Balap mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena El Nino diprediksi mulai terjadi sejak April 2026 dan berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang serta kondisi cuaca lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kota Palangka Raya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat langkah pencegahan, termasuk rencana pembangunan embung air bersama Dinas PUPR Kota Palangka Raya di kawasan rawan karhutla.

Embung tersebut nantinya akan difungsikan sebagai sumber cadangan air untuk mendukung proses pemadaman apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

logo-hut-kota
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.19.42
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.02.36
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 05.16.54
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!