PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren โ Pengampunan dosa dalam Islam menjadi salah satu jalan utama bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini disampaikan H.M. Ansori, S.Sos.I., M.Pd dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Senin (4/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Ansori mengibaratkan dosa dan maksiat seperti debu yang terus menempel dalam kehidupan manusia. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar terbebas dari kesalahan.
โPerbuatan dosa dan maksiat itu seperti debu yang menempel pada diri kita. Tidak ada manusia yang bisa sepenuhnya menghindarinya,โ ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagaimana tubuh membutuhkan pembersihan secara rutin, jiwa juga perlu dibersihkan melalui istighfar. Tanpa itu, hati akan dipenuhi kotoran akibat dosa yang terus menumpuk.
โKalau kita tidak mandi berhari-hari, tubuh akan kotor. Begitu juga jika tidak beristighfar, jiwa kita akan dipenuhi dosa,โ katanya.
Ansori menegaskan, istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan bagian dari dzikir untuk mengingat Allah sekaligus memohon ampunan dengan penuh kesadaran dan penyesalan.
Ia juga mengutip pandangan ulama bahwa istighfar mampu membuka jalan kehidupan yang terasa buntu, menenangkan hati, serta menghilangkan kegelisahan.
โDengan istighfar, hati menjadi lebih tenang. Di situlah Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya yang luas,โ ucapnya.
Lebih lanjut, Ansori mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qurโan Surah An-Najm ayat 32. Ayat tersebut menegaskan luasnya ampunan Allah serta mengingatkan manusia agar tidak merasa paling suci.
Ia juga mengaitkan dengan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang catatan amalnya dipenuhi dengan istighfar.
โSeorang hamba bisa terhalang rezekinya karena dosa yang diperbuatnya,โ tuturnya.
Di akhir tausiyah, Ansori mengajak umat Islam untuk menjadikan istighfar sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
โSemoga kita termasuk golongan yang berbahagia di yaumul hisab, karena senantiasa memohon ampun kepada Allah,โ pungkasnya.


















