KOTA PALANGKA RAYA

UPR dan Bapperida Kalteng Kaji Pengelolaan Hutan Berbasis Eduwisata

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Upaya menjaga kelestarian hutan di Kalimantan Tengah terus didorong melalui berbagai inovasi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya bersama Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah melalui kajian pengelolaan kawasan hutan berbasis eduwisata.

Kajian tersebut difokuskan pada kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng di Kota Palangka Raya serta kawasan Punggualas, Desa Keruing, Kabupaten Katingan.

Penelitian ini bertujuan mencari model pengelolaan hutan yang mampu menjaga kelestarian ekosistem sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Ketua Tim Kajian, Katriani Puspita Ayu mengatakan konsep eduwisata dipilih karena dinilai mampu menjadi solusi pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui pendekatan ini, kawasan hutan tidak hanya dilindungi tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa merusak ekosistem,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan Hutan Kota Nyaru Menteng memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi lingkungan karena berada di kawasan perkotaan dan mudah diakses masyarakat maupun pelajar.

Sementara kawasan Punggualas di Desa Keruing dinilai menawarkan pengalaman eduwisata yang lebih alami dengan keterlibatan langsung masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan.

Menurut Katriani, konsep eduwisata diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang usaha berbasis wisata alam dan pendidikan.

Anggota tim peneliti, Belinda Hastari menambahkan hasil kajian menunjukkan pendekatan eduwisata mampu meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat melalui pengalaman langsung di kawasan hutan.

“Pendekatan eduwisata mengubah paradigma pengunjung dari sekadar penonton menjadi pengunjung aktif konservasi. Mereka pulang dengan pemahaman mendalam dan motivasi untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Melalui penelitian tersebut, tim berharap model pengelolaan hutan berbasis eduwisata dapat menjadi salah satu solusi menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain memperkuat fungsi konservasi, pengembangan kawasan eduwisata juga diharapkan mampu menjadi sarana pendidikan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis potensi alam lokal.

logo-hut-kota
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.19.42
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.02.36
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 05.16.54
ChatGPT Image 18 Mei 2026, 22.15.26
Back to top button
KATEGORI BERITA
PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN
Home
Terbaru
Cari
Kategori
Info
Konten ini dilindungi hak cipta :
MEDIA ONLINE
PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN