PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mempercepat transformasi pendidikan melalui program digitalisasi sekolah yang kini mulai menjangkau wilayah pedalaman.
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, berbagai fasilitas pembelajaran berbasis teknologi modern mulai diterapkan di sekolah-sekolah, mulai dari internet Starlink, papan tulis digital interaktif, sistem hybrid learning, hingga dukungan tenaga surya untuk daerah terpencil.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo mengatakan, digitalisasi pendidikan bukan hanya menghadirkan teknologi di ruang kelas, tetapi menjadi langkah membangun pusat peradaban baru di desa-desa.
“Sekolah hari ini tidak boleh hanya menjadi tempat belajar siswa semata. Sekolah harus menjadi pusat peradaban baru. Ketika internet sudah masuk, masyarakat bisa belajar dan perangkat desa juga dapat memanfaatkannya untuk pelayanan,” ujar Reza Prabowo.
Menurutnya, keberadaan internet di sekolah kini mulai memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitar, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit mendapatkan akses jaringan.
Ia menyebut sekolah kini menjadi titik baru pelayanan dan pembelajaran masyarakat di desa.
“Dulu ada daerah yang sangat sulit akses internet, sekarang sekolah menjadi titik terang baru bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Dalam dua tahun terakhir, Pemprov Kalteng juga meluncurkan sejumlah program unggulan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pendidikan berbasis digital.
Program tersebut meliputi Pena Kalteng, Digitalisasi Pembelajaran dan Hybrid Learning, Kelas Digital Huma Betang, Program Sekolah Gratis, 1 Rumah 1 Sarjana, hingga kelas bahasa asing dan pelatihan kompetensi siswa.
Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program 5000 Rumah Guru Berkah, Tabungan Beasiswa Berkah, Try Out UTBK Digital Gratis, Platform E-commerce Pendidikan Bersinergi, hingga dukungan studi luar negeri bagi pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran menegaskan pembangunan daerah saat ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pemerintah provinsi terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang merata.
“Kami ingin mendengar langsung kondisi di bawah agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Agustiar Sabran.
Ia juga menegaskan komitmennya menjaga pembangunan tetap berjalan meski di tengah tantangan keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran.
“Kalimantan Tengah harus maju, tumbuh kuat, dan berdiri sejajar dengan daerah lain tanpa meninggalkan satu wilayah pun,” tegasnya.






















