DPRDHIBURAN

Arton S. Dohong Terima Gelar Adat Dayak Tertinggi pada HUT ke-69 Kalteng

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, menerima gelar adat Dayak tertinggi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalteng, akhir pekan lalu.

Penganugerahan gelar adat tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah.

Dalam prosesi adat tersebut, Arton menerima gelar “Mantir Hai Antang Tahunjung Bajela Ruhung, Duhung Kurik Nguit Lawang Langit, Pulang Ringgit Tangkurias Hawun, Teras Nyusun Rujin Lewu, Kajang Lumbah Kalteng”. Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya Dayak di Kalimantan Tengah.

Arton menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, gelar adat yang diterima bukan sekadar penghormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Gelar adat ini tentu menjadi kehormatan besar bagi saya, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata untuk masyarakat. Saya ingin penghargaan ini menjadi pengingat agar terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menjaga nilai budaya Dayak di Kalteng,” ujarnya usai prosesi adat.

Ia menilai peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan serta semangat membangun daerah secara berkelanjutan.

Menurut Arton, pembangunan daerah harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah pelosok, tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Dayak.

“Kami di DPRD akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah supaya pembangunan benar-benar merata. Jangan sampai masyarakat di wilayah pedalaman merasa tertinggal, karena semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, Arton mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi.

Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kalimantan Tengah.

“Kemajuan teknologi dan pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian adat. Kalau budaya dijaga, maka jati diri daerah juga tetap kuat,” tegasnya.

Arton berharap nilai-nilai Huma Betang yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, persatuan, dan gotong royong dapat terus menjadi pedoman seluruh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan akar budaya serta kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur.

logo-hut-kota
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.19.42
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.02.36
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 05.16.54
ChatGPT Image 18 Mei 2026, 22.15.26
Back to top button
KATEGORI BERITA
PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN
Home
Terbaru
Cari
Kategori
Info
Konten ini dilindungi hak cipta :
MEDIA ONLINE
PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN