PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai agenda strategis yang diselenggarakan di daerah. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Asisten Direktur Senior Kantor OJK Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, mengatakan edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, bijak, dan terlindungi dalam memanfaatkan berbagai produk maupun layanan keuangan.
Menurutnya, pelaksanaan berbagai kegiatan berskala daerah menjadi sarana yang efektif untuk menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus memperluas pemahaman terkait sektor jasa keuangan.
“Penguatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang bijak, waspada, dan terlindungi di sektor jasa keuangan,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Andrianto menjelaskan salah satu agenda strategis yang dimanfaatkan untuk edukasi keuangan adalah Kalteng Expo 2026 yang baru saja berakhir di Kota Palangka Raya. Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama anggota Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Kalimantan Tengah membuka stan pelayanan dan edukasi yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, OJK memberikan berbagai layanan mulai dari konsultasi keuangan, edukasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan, hingga pendampingan pembukaan rekening pada sektor perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non-bank.
Selain itu, OJK juga menggelar talkshow mengenai perlindungan konsumen dan pengenalan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan keuangan yang semakin berkembang.
Menurut Andrianto, peningkatan literasi keuangan sangat penting agar masyarakat mampu memahami manfaat dan risiko setiap produk keuangan sebelum mengambil keputusan. Pemahaman tersebut juga menjadi bekal untuk menghindari berbagai bentuk penipuan yang marak terjadi, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan data pribadi.
“Masyarakat harus memastikan aspek legal dan logis sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun berbagai modus penipuan perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, OJK berharap masyarakat Kalimantan Tengah semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan di sektor jasa keuangan.























