PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah panggung beserta gudang penyimpanan barang bekas di kawasan Jalan Pasendeng Ujung, Kota Palangka Raya, Sabtu (30/5/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.28 WIB saat rumah dalam keadaan kosong. Api dengan cepat membesar karena bangunan yang terbakar didominasi material kayu serta terdapat tumpukan kardus dan barang bekas yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
Menerima laporan dari masyarakat, sejumlah tim pemadam kebakaran dan relawan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Salah satunya Tim Rescue BPK Kamboja yang turut membantu proses pemadaman bersama unit pemadam lainnya di Kota Palangka Raya.

Pemilik rumah, Rusardi (49), mengaku saat kejadian dirinya sedang bekerja mencari barang bekas di kawasan Lingkar Luar Mahir Mahar. Ketika kembali, rumah yang baru sekitar empat bulan ditempatinya itu sudah rata dengan tanah akibat dilalap api.
Menurut Rusardi, tidak ada aktivitas memasak saat dirinya meninggalkan rumah. Hanya satu unit kulkas yang masih dalam keadaan menyala di bagian dapur.
Sementara itu, saksi mata bernama Puteri (26) mengatakan kobaran api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah sebelum merambat ke seluruh bangunan.
Karena bangunan terbuat dari kayu, api dengan cepat menjalar hingga membakar gudang penyimpanan kardus dan barang bekas yang berada di samping rumah. Beruntung lokasi rumah cukup jauh dari permukiman padat penduduk sehingga api tidak merambat ke bangunan lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pemadaman berlangsung cukup berat. Petugas harus bekerja ekstra melakukan penyemprotan dari berbagai sisi bangunan yang sudah runtuh untuk mencegah munculnya titik api baru.

Dalam proses pemadaman tersebut, Ketua BPK Kamboja, Sucipto, S.Sos, tampak ikut turun langsung membantu penanganan kebakaran. Mengenakan seragam merah Redkar dan topi biru, ia terlihat memegang selang pemadam dan menyemprotkan air ke titik-titik bara yang masih menyala di antara puing-puing bangunan.
Sucipto mengatakan kebersamaan dan koordinasi antarrelawan menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan api sehingga tidak meluas ke lokasi lain.
“Begitu informasi masuk, anggota langsung bergerak menuju lokasi. Syukur api bisa segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang banyak menggunakan material kayu dan menyimpan barang-barang mudah terbakar.

“Kami berharap masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan segera melaporkan apabila melihat potensi bahaya kebakaran. Keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” kata Sucipto.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi rumah, gudang barang bekas, pakaian, serta sejumlah barang berharga milik korban.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.























