PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan berencana melaksanakan program revitalisasi sekolah secara besar-besaran pada tahun 2026. Program tersebut akan menjangkau berbagai daerah di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program revitalisasi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas belajar mengajar.
Menurut Reza, sekolah yang diusulkan menerima program revitalisasi tidak hanya berada di satu wilayah tertentu, melainkan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Hal itu dilakukan agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan di seluruh daerah.
“Di SMK saja sudah mendekati sekitar 70 sekolah yang akan direvitalisasi. Itu cukup banyak dan jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perhatian Bapak Presiden terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Tengah sangat luar biasa,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, revitalisasi sekolah tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern.
Berdasarkan data sementara, jumlah sekolah yang diusulkan menerima program revitalisasi di Kalimantan Tengah mendekati 100 satuan pendidikan yang terdiri dari SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Reza menilai program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan representatif diyakini mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik sekaligus mendukung kinerja tenaga pendidik.
“Revitalisasi ini sangat penting karena fasilitas pendidikan menjadi salah satu faktor penunjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Ketika sarana dan prasarana sekolah memadai, maka proses belajar mengajar juga dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Saat ini, lanjut Reza, pemerintah masih melakukan tahapan verifikasi dan validasi terhadap sekolah-sekolah yang telah diusulkan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan sekolah yang menerima program benar-benar sesuai dengan kriteria dan kebutuhan di lapangan.
Tim dari pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan dan pemeriksaan kondisi fisik sekolah guna menentukan skala prioritas revitalisasi.
“Hasil final terkait jumlah maupun lokasi sekolah penerima program revitalisasi diperkirakan akan diketahui pada Juli 2026 setelah seluruh proses verifikasi dan validasi selesai dilaksanakan,” jelasnya.
Ia berharap program revitalisasi sekolah tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Selain meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, program itu juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik sehingga mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah harus terus menjadi perhatian bersama agar anak-anak kita mendapatkan layanan pendidikan yang semakin baik,” pungkas Reza.




















