PALANGKA RAYA, Palangkaraya Semakin Keren – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong penguatan budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas pemerintahan, serta daya saing daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Inovasi Daerah dan Bimbingan Teknis Pelaporan Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026).
Dalam sambutan Wali Kota Palangka Raya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Arbert Tombak, ditegaskan bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kinerja pemerintahan sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, setiap inovasi yang dikembangkan harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui inovasi, berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah dapat diatasi dengan cara-cara yang lebih kreatif dan adaptif. Karena itu, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh perangkat daerah,” ujarnya.
Arbert menjelaskan bahwa inovasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, semangat berinovasi perlu terus ditanamkan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ia juga memaparkan perkembangan capaian Indeks Inovasi Daerah Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, Kota Palangka Raya meraih predikat Kota Inovatif dengan nilai indeks 30,37.
Capaian tersebut meningkat pada 2022 dengan nilai 53,19 dan menempatkan Kota Palangka Raya pada peringkat ke-44 dari 93 kota di Indonesia. Meskipun sempat mengalami penurunan peringkat pada 2023, Kota Palangka Raya kembali mempertahankan predikat Kota Inovatif pada 2024 dengan nilai 50,21.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2025 dengan nilai indeks mencapai 52,01 yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas inovasi di lingkungan pemerintah daerah.
“Peningkatan ini menunjukkan adanya komitmen dan kerja keras seluruh perangkat daerah. Ke depan, kita terus berikhtiar agar mampu meningkatkan capaian tersebut hingga meraih predikat Kota Sangat Inovatif,” katanya.
Lebih lanjut, Arbert menegaskan bahwa tujuan utama inovasi bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan atau pengakuan, melainkan menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menilai pentingnya pemberian apresiasi kepada para inovator serta pengelolaan inovasi secara tertib agar berbagai terobosan yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi oleh perangkat daerah lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas inovasi dengan memperhatikan berbagai indikator penilaian, mulai dari dukungan regulasi, ketersediaan sumber daya, pelaksanaan sosialisasi, hingga keberlanjutan implementasi inovasi.
Dengan penguatan budaya inovasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.




















